Partai Demokrat Makassar terancam mengalami perpecahan

Partai Demokrat Makassar terancam mengalami perpecahan menyusul sikap tiga kadernya yang sama- sama ngotot ingin dicalonkan di Pilkada Makassar 2013. Ketiga kader yang mengincar kursi wali kota itu, yakni Idris Manggabarani, Rachmat Endong Patompo, danAndryArief Bulu. Ketiganya saling mengklaim memiliki andil atas terpilihnya Adi Rasyid Ali sebagai ketua DPC Demokrat Makassar di musyawarah cabang (muscab) akhir pekan lalu. Mereka juga sama-sama mengaku terlibat tawar-menawar politik sehingga jalan Adi Rasyi Ali menjadi lempang memimpin Demokrat.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, ketiganya mengakui membangun bargaining (tawarmenawar) politik sebelum pemilihan ketua. Andry mengaku mundur dari bursa pencalonan ketua Demokrat Makassar karena dia menjalin kesepakatan dengan Adi bahwa di sisa waktu menjelang pilkada, dia akan diberikan kesempatan menyosialisasikan diri.

“Bargaining saya adalah meminta kepada ketua terpilih memberikan saya ruang,waktu, dan kesempatan yang sama di partai untuk bersosialisasi,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sulsel ini kemarin. Sementara itu, mundurnya Idris Manggabarani di arena muscab juga diduga terkait tawar menawar politik ini. Idris merupakan figur dengan popularitas dan elektabilitas tertinggi di muscab berdasarkan hasil survei. Dengan modal popularitas dan elektablitas itu Idris diprediksi akan maju di pilkada untuk kedua kalinya pada 2013 nanti.

Rachmat Endong Patompo juga mengklaim sudah memiliki komitmen dengan Adi agar diberikan jalan mengendarai Demokrat di pilkada. Juru Bicara Tim Pemenangan Endong, Dedy Alamsyah mengatakan, Endong punya andil besar atas terpilihnya Adi. “Saya ada di pertemuan itu, dan keduanya saling mendukung. Komunikasi itu berlanjut terus menjelang pemilihan. Bayangkan jika Endong tunduk dan patuh pada proses akmalasi, maka tentu Idris yang terpilih. Artinya, Adi tidak jadi ketua kalau Endong ngototaklamasi,”ujar dia.

0 komentar:

By: Mbahgendeng