Wakil Sekjen Partai Demokrat

Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai wajar jika gaji Presiden naik. Menurut dia, gaji Presiden saat ini masih jauh di bawah dibanding pemimpin negara lainnya.

”Presiden SBY tidak pernah mengeluh masalah gaji. Ini untuk perbandingan dan transparansi saja, makanya disebutkan angka,” ujar Ramadhan Pohan kepada media massa, Sabtu (22/1/2011).

“Gaji Presiden jauh dari standard pemimpin negara lainnya,” tambahnya.

Tak hanya di tataran internasional, Ramadhan juga menyatakan gaji Presiden masih di bawah direksi BUMN.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, selama ini Presiden SBY menerapkan dan membudayakan pola hidup sederhana. Dalam memillih makanan pun, kata dia, Presiden SBY tidak suka yang macam-macam.

“Selama ini SBY selalu makan yang sederhana dan dia suka, salah satunya kerupuk dan bakso,” ujarnya.

Ramadhan mengatakan kenaikan gaji Presiden layak dipertimbangkan karena lembaga negara lainnya sedang menggalakkan renumerasi, termasuk di TNI dan Polri. “Terlebih lagi Pegawai Negeri Sipil sudah naik gaji dan adanya remunerasi untuk Polri dan TNI,” cetusnya.

Menurut data yang dirilis The Economist pada 5 Juli 2010, gaji Presiden di Indonesia menempati posisi ke-16 dari 22 negara. Presiden menerima gaji USD124.171 atau sekira Rp1,128 miliar per tahun atau sekira Rp94 juta per bulan.

Jumlah versi The Economist ini memiliki selisih sekira Rp30 juta dibanding gaji Presiden yang dirilis di situs presidensby.info pada 2006. Di situ tercantum gaji Presiden sebesar Rp62.497.800. Demikian catatan online Mbahgendeng tentang Wakil Sekjen Partai Demokrat.

0 komentar:

By: Mbahgendeng