Pernyataan Presiden

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal gajinya yang tidak naik selama 7 tahun terakhir, sangat disayangkan. Seorang kepala negara seharusnya tidak mengeluhkan soal gaji, sebaliknya berempati dengan kondisi rakyat atau bawahannya.

Mantan Juru Bicara Presiden Abudurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi menuturkan, dirinya tidak pernah mendengar Gus Dur mengeluh soal gaji, bahkan dia kerap membagi gaji kepada bawahannya.

“Kalau Gus Dur, saya selama mendampingi beliau, tidak pernah mengeluh gaji. Tidak pernah minta kenaikan. Bahkan setiap bulan dia bagi-bagikan gajinya ke petugas di Istana,” kenang Adhie kepada media massa, Sabtu (22/1/2011).

Adhie mengaku termasuk orang yang ketiban rezeki dari sebagian gaji Gus Dur. “Gaji saya cuma Rp2 jutaan. Gus Dur tambahin dari uang pribadinya Rp4 juta. Itu tidak hanya untuk saya, tapi juga staf Istana lainnya,” tutur pria yang tetap menjadi Jubir Gus Dur hingga 2005 ini, meski Gus Dur sudah berhenti sebagai Presiden.

Dia menambahkan, total take home pay Gus Dur setiap bulannya sekira Rp100 juta. Itu pun tidak semuanya diambilnya setiap bulan karena sudah merasa cukup.

Berkaca dari pengalaman bersama Gus Dur inilah, Adhie meyakini tidak ada satu kekurangan pun bagi Presiden dalam menjalankan tugas kenegaraannya. Karena itu, menurut dia, tidak layak dan tidak etis jika seorang Presiden mengeluhkan gaji yang tidak naik.

“Persoalannya ini pantas atau tidak. Presiden juga sudah dapat dana taktis Rp2 miliar, kenapa masih harus mengeluhkan gaji. Rakyat akan legowo, bukan melihat Presidennya mengeluh gaji tapi bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” ucapnya. Demikian catatan online Mbahgendeng tentang Pernyataan Presiden.

0 komentar:

By: Mbahgendeng