Konfederasi Parpol Bisa Menjadi Alternatif

Konfederasi partai politik dalam Pemilu 2014 bisa menjadi alternatif penyederhanaan partai jika ambang batas perolehan suara di parlemen atau parliamentary threshold (PT) naik 3-5%. Menurut Berita Utama Ide tersebut tidak salah dalam rangka sebagai jalan keluar andaikan nanti angka PT dinaikkan. Karena nggak ada pilihan lain bagi parpol yang nggak lolos itu, kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR Jakarta kemarin. Menurut Priyo, dalam rangka penyederhanaan parpol memang diperlukan batasan PT agar parpol yang lolos ke parlemen benar-benar punya suara signifikan.

Tetapi, bukan berarti upaya tersebut sengaja untuk menghanguskan suara parpol yang tidak memenuhi ambang batas. Karena itu, dalam kerangka untuk menjaring (suara parpol tidak lolos PT), konfederasi bisa menjadi salah satu jalan. Tapi, itu hanya salah satu jalan karena bisa saja dengan fusi, ungkapnya.

Wakil Ketua DPR ini mempersilakan wacana tersebut dimatangkan di internal Partai Amanat Nasional (PAN) dan ditawarkan ke partai lain, khususnya ke partai yang tidak lolos PT. Prio berharap wacana tersebut tidak dibawa ke Sekretariat Gabungan (Setgab) karena dikhawatirkan akan menimbulkan resistensi publik. Saat pembentukan Setgab saja sudah dianggap ada kartelisasi politik, apalagi jika wacana tersebut dibawa ke Setgab Koalisi.

Dulu saat Setgab lahir, banyak dikritik dan dikatakan bahwa ini sebagai embrio kartelisasi politik. Nah, kalau dibawa ke sana, nanti juga akan mengarahkan kritik yang bertubi-tubi, ujarnya. Sebelumnya Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menawarkan konfederasi terhadap partai-partai kecil.Konfederasi ini akan memiliki aturan yang jelas dan tegas.

Menurut PAN, konfederasi dinilai sebagai jalan keluar bagi partaipartai kecil apabila parliamentary threshold (PT) dan electoral threshold( ET) disahkan dalam revisi paket UU Politik.Konsekuensi dari peningkatan nilai PT dan ET adalah berkurangnya jumlah partai politik yang dapat berlaga di Pemilu 2014 dan mendudukkan kadernya di DPR. Sementara itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung menilai wacana konfederasi tidak sejalan dengan semangat meningkatkan kualitas demokrasi.

Menurut dia, penyederhanaan parpol hanya akan bisa dilakukan melalui caracara yang alamiah yakni sejauh mana kepercayaan rakyat terhadap parpol tertentu. Konfederasi ini gagasan lama yang diperbarui. Saya termasuk yang berpandangan penyederhanaan parpol tidak perlu ditempuh lewat konfederasi.Kalau PT diterapkan, dengan jelas saya yakin ada penyederhanaan parpol.

Saya yakin sampai 2014 parpol sudah berkurang, katanya. Meski wacana konfederasi beralasan bisa menjadi jalan untuk penyederhanaan parpol, Pramono justru melihatnya lebih pada ketidakmampuan elite parpol menahan sahwat politik.Kalau dia kalah, yang bersangkutan membuat partai baru agar bisa tetap berkuasa.

Nah, yang demikian itu tidak bagus untuk demokrasi. Jalankan saja aturan yang tegas agar orang tidak akan main-main membentuk partai baru karena susah untuk mengikuti pemilu, ungkapnya. Sementara itu, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, gagasan itu positif dikembangkan. Namun, realisasinya terbentur pada UU No 10/2010 tentang Pemilu Legislatif.

Menurut Muzani, dalam UU Pemilu Legislatif saat ini syarat peserta pemilu adalah partai politik untuk DPR, DPRD, dan perorangan untuk DPD. Sementara untuk konfederasi belum diatur sehingga membutuhkan energi yang solid untuk menggolkan dalam pembahasan revisi paket UU Politik nanti. Pada prinsipnya konfederasi partai kalau dimungkinkan Gerindra setuju.Masalahnya hal itu tidak dimungkinkan dengan UU Pemilu, katanya.

Sebelumnya,Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, konfederasi partai dalam Pemilu 2014 menarik diberlakukan di Indonesia, karena ada penyederhanaan partai secara sistematis. Konfederasi partai yang diusulkan PAN itu mengacu pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Inggris, di mana hanya dua partai yang maju dalam pemilihan, katanya.

Menurut dia, dalam konfederasi membutuhkan penyederhanaan partai secara sistematis, sehingga jika dulu ada puluhan partai, nanti tinggal enam atau lima partai, dan akhirnya tinggal dua partai yang mengikuti pemilihan final. Dua partai final itu menurut informasi yang diterima Cililin adalah partai agamis bernuansa nasionalis dan partai nasionalis bernuansa agamis.

0 komentar:

By: Mbahgendeng