Jerman VS Argentina Berakhir Dengan Skor 4-0

Jerman VS Argentina Berakhir Dengan Skor 4-0Striker Jerman Miroslav Klose merayakan gol keempat timnya pada laga perempat final melawan Argentina di Green Point Stadium, Cape Town, tadi malam. Jerman lolos ke semifinal setelah mengalahkan Argenta 4-0. Penakluk tim-tim raksasa. Bisa jadi itu julukan Jerman. Setelah Inggris, kini giliran Argentina yang dipecundangi dengan empat gol tanpa balas. Jerman mantap melaju ke semifinal. Pada laga perempatfinal di Green Point Stadium Cape Town tadi malam, Jerman tampil perkasa. Empat gol Der Panzer yang dilesakkan Thomas Mueller pada menit ketiga, Miroslav Klose (68, 88), dan Arne Friedrich (74) menenggelamkan ambisi Diego Maradona menuai sukses di Piala Dunia 2010.

Tim asuhan Joachim Loew menunjukkan dominasi di segala lini. Gelandang Der Panzer Bastian Schweinsteiger sukses memainkan peran menjadi motor serangan. Dia berhasil menutup ruang gerak bintang Argentina Lionel Messi. Akibatnya aliran bola Argentina sering terhenti di lini tengah.Sebaliknya Jermanmudahmenyuplaibola ke kotak penalti Argentina. Kunci kemenangan Jerman adalah serangan balik cepat dan mematikan.

Menurut pengamatan Berita Utama bahwa keberhasilan ini membuat Jerman tampil di semifinal Piala Dunia untuk yang ketiga kali secara beruntun. Pada 2002 mereka menjadi runner-up dan pada 2006 menempati posisi ketiga. Kesuksesan ini juga membuka kesempatan Jerman meraih trofi keempat alias memperpendek jarak dari Brasil (lima gelar). Sebelumnya, Jerman berjaya pada 1954,1974,dan 1990. Semua turnamen berlangsung di Eropa.

Keberhasilan Jerman pun semakin manis dengan masuknya striker Miroslav Klose dalam daftar pemain yang menorehkan 100 caps selama membela Der Panzer. Pemain 32 tahun ini sejajar dengan legenda Jerman lain seperti Franz Beckenbauer, Juergen Klinsmann, dan Lothar Matthaeus. Hebatnya, dalam momen penting ini Klose menyumbang dua gol kemenangan Jerman. Tambahan dua gol ini membuat koleks iKlose di Piala Dunia 2010 menjadi 4 gol, menurut hasil pengamatan Cililin melalui layar kaca.

Secara keseluruhan, selama membela Jerman, Klose sudah membukukan 52 gol. Catatan sejarah yang menarik: 100 capsdan 52 gol. Sukses mencapai 100 capsdan mencetak 52 gol merupakan prestasi pribadi yang membanggakan. Namun dia (Klose) tetap rendah hati. Sepertinya dia belum puas dan ingin terus mencetak gol, ujar Pelatih Jerman Joachim Loew. Klose tampil pertama di Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan dan mengemas 5 gol.

Pada Piala Dunia 2006 pemain bernomor punggung 11 ini kembali mencetak 5 gol dan meraih sepatu emas. Itu artinya sampai Piala Dunia 2010 Klose sudah mengoleksi 14 gol. Jumlah itu melewati koleksi gol legendaris Brasil,Pele (12),dan legendaris Prancis, Just Fontaine (13).Posisi Klose hanya di bawah bomber legendaris Jerman, Gerd Mueller, yang mencatat 68 capsdan 62 gol.

Keberhasilan mengirim pulang Argentina ke Buenos Aires akan membuat Jerman menghadapi pemenang Paraguay kontra Spanyol yang berlangsung dini hari tadi. Bila lawan yang akan dihadapi adalah La Furia Roja, itu sama artinya dengan ulangan final Euro 2008. Saat itu,Jerman kalah 0-1 lewat gol semata wayang Fernando Torres. Pemenangan semifinal ini akan bertemu pemenang Belanda versus Uruguay.

Belanda melaju ke semifinal lewat kemenangan atas Brasil dan Uruguay menyingkirkan Ghana. Sebaliknya, bagi Los Albicelestes, kekalahan ini membuat mimpi menjadi juara setelah 24 tahun tanpa gelar pupus. Diego Maradona juga tidak mampu menjawab tantangan para pengkritik yang meragukan kemampuan Argentina di bawah kendalinya. Sialnya, empat tahun lalu, Argentina juga gagal di tangan Jerman.

Sebelumnya, pada Piala Dunia 2002,Tim Tango juga tidak mampu berbicara banyak kala Piala Dunia berlangsung di Korea/Jepang. Mereka kandas di penyisihan grup. Prestasi terbaik Argentina di Piala Dunia sejak menjadi juara pada Piala Dunia 1986 adalah runner-uppada Piala Dunia 1990 di Italia.Tak mengherankan,beberapa jam sebelum laga berlangsung, Maradona justru menyalahkan para wasit yang dianggap memihak tim-tim Eropa, terutama Spanyol (saat melawan Portugal) dan Jerman (versus Inggris).

Saya berteman baik dengan Hector Baldassi (wasit Portugal kontra Spanyol). Namun, dia tidak melakukan tugas dengan baik. Begitu pula Jorge Larrionda (wasit Inggris lawan Jerman). Mereka sangat jelek memimpin pertandingan, ujar Maradona seperti dikutip Berita Utama melalui sumber informasi televisi. Pada Piala Dunia 2006, kedua tim juga bertemu di perempat final. Saat itu, laga berlangsung di Olympiastadion Berlin.

Di depan 72.000 pasang mata dan dipimpin wasit Slovakia Lubos Michel, Jerman sukses menumbangkan Argentina 4-2 lewat adu penalti setelah pada waktu normal hanya berbagai angka 1-1. Dua pemain Argentina gagal dalam eksekusi penalti, yaitu Esteban Cambiasso dan Roberto Ayala. Kedua pemain kini tak lagi menjadi bagian tim di Piala Dunia 2010. Selain laga yang berjalan ketat, insiden juga mewarnai akhir pertandingan saat Manajer Tim Jerman Oliver Bierhoff dikerubungi pemain-pemain Argentina.

Pemain dan ofisial kedua kubu terlihat melancarkan perdebatan yang nyaris memicu baku pukul. Menurut versi Jerman, kejadian tersebut dipicu provokasi para pemain Argentina. Sebaliknya, Argentina melihat para pemain dan ofisial Jerman arogan dan terlalu sombong setelah Cambiasso gagal menjebol jala Jens Lehmann.

Menurut hasil pengamatan Berita Utama bahwa buntut dari perseteruan di Piala Dunia 2006 juga semakin memanaskan laga perempat final Piala Dunia 2010 lantaran beberapa bulan lalu pada sebuah laga uji coba di Muenchen, Diego Maradona sempat melecehkan Mueller. Panasnya tensi pertandingan juga terjadi karena kedua kubu sangat berambisi menjadi juara Piala Dunia 2010. Argentina yang mengincar gelar ketiga sepanjang sejarah terakhir kali berjaya pada 1986 di Meksiko. Uniknya, Jerman empat tahun kemudian mengalahkan Argentina di babak final Piala Dunia 1990 di Italia.

0 komentar:

By: Mbahgendeng