Hujan Masih Berlanjut Akibat Anomali Cuaca

Hujan Masih Berlanjut Akibat Anomali CuacaAkibat anomali cuaca yang terjadi saat ini, di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih akan terjadi hujan hingga pertengahan Juli ini. Semestinya saat ini Indonesia telah memasuki musim kemarau, tapi hujan masih sering terjadi hingga awal bulan ini. Kepala Subbidang Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto mengatakan, saat ini kondisi cuaca seperti pada masa transisi dari musim penghujan menuju kemarau. Pola hujan tidak merata akibat anomali cuaca di Indonesia. Dia mengatakan, cuaca ekstrem terjadi seperti kondisi panas terik di pagi hingga siang dan sore hingga malam hujan akan mewarnai cuaca di sebagian wilayah Indonesia. Suhu di permukaan Samudra Pasifik barat yang lebih panas dibandingkan di wilayah timur memicu pertumbuhan awan yang dapat menimbulkan hujan.

Dari pengamatan BMKG, saat ini suhu muka laut di Samudra Indonesia sebelah barat Sumatera, Selat Malaka, Kepulauan Riau, Selat Karimata, Laut Halmahera, dan perairan sebelah utara Papua masih panas. Adapun daerah bertekanan suhu rendah diperkirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu. Menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa dengan demikian sumber uap air diperkirakan masih banyak berpotensi muncul di wilayah Indonesia bagian barat. Potensi hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia akibat angin di atas wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 5–45 km per jam. Dengan arah angin dari timur ke tenggara, potensi hujan lebat disertai petir diperkirakan terjadi di wilayah Bangka Belitung, Riau, Jawa Barat bagian barat,dan Banten.

Termasuk di Kalimantan Barat bagian barat dan selatan, Kalimantan Tengah bagian tengah, serta Kalimantan Timur bagian timur dan selatan, menurut informasi yang diterima Berita Utama. Lainnya di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi meski berlangsung singkat, ungkap Kukuh. Dia meminta masyarakat waspada terhadap munculnya angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon. Termasuk baliho atau rumah semipermanen yang sewaktu-waktu bisa roboh diterpa angin kencang. Sementara kilat dan petir perlu diwaspadai karena intensitas kemunculannya beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kepala BMKG Sri Woro B Harijono mengatakan, munculnya potensi hujan meski saat ini sedang musim panas terjadi akibat sejumlah faktor pengendali curah hujan di wilayah Indonesia. Mulai dari pergerakan El Nino hingga angin musim barat dan timur. Menurut Sri, gelombang El Nino membuat kecenderungan penambahan uap air. Uap air dibawa hingga ke bagian timur Indonesia karena ditarik oleh suhu permukaan laut Indonesia yang hangat, terangnya. Menurut dia,anomali cuaca menyebabkan terjadinya hujan di musim kemarau seperti fenomena banjir yang melanda Singapura beberapa waktu lalu merupakan salah satu dampak dari anomali tersebut. Namun Sri menjelaskan,masyarakat, terutama di DKI Jakarta, tidak perlu khawatir akan kemungkinan banjir akibat hujan tersebut.

Untuk Jakarta masih akan terjadi hujan, tapi intensitasnya rendahdan tidak ekstrem, menurut Cililin. Dampak dari anomali cuaca ini membuat hujan akan terus turun meski Indonesia memasuki musim kemarau. Sepanjang Maret– Agustus 2010, hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi diperkirakan masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Selain faktor suhu permukaan laut, terjadinya hujan pada musim kemarau juga dipengaruhi pemanasan global atau global warming. Pemanasan suhu di bumi tidak hilang, tetapi berubah bentuk menjadi energi kinetis dan hujan.

0 komentar:

By: Mbahgendeng