Reformasi Subsidi Lebih Penting

Reformasi Subsidi Lebih PentingPemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan tarif listrik sebesar rata-rata 10% untuk setiap pelanggan. Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 1.300–5.500 VA akan dikenakan kenaikan tarif 18%, sedangkan pelanggan 450–900 VA tetap. Hal tersebut masih ada kaitannya dngan postingan sebelumnya yang berjudul Kenaikan TDL sebagai Solusi Terakhir.

Untuk pengguna bisnis kenaikannya bervariasi antara 12–16%, sedangkan Industri 1.300–2.200 VA dikenakan kenaikan 6% dan industri 1,2 kVA ke atas naik 15%. Dari awal menurut pengamatan Berita Utama berpandangan bahwa hal terpenting dalam hal kenaikan TDL bukanlah persentase kenaikan, tapi reformasi subsidi. Kenaikan yang diusulkan PLN masih di bawah biaya produksi, dengan subsidi yang rata-rata mencapai 50%. Walaupun ada kenaikan, hampir seluruh golongan pelanggan listrik sebenarnya masih menerima subsidi. Besaran subsidi bervariasi, tentunya golongan R1 (450 dan 900 VA) menerima subsidi terbesar.

Berdasarkan kajian yang saya lakukan, jika TDL untuk pelanggan R1 dinaikkan 20%, kenaikan tagihan listrik hanya sekitar Rp4.000–6.000 per bulan. Besaran ini saya kira masih dapat diterima bagi pelanggan R1. Namun, dari segi penghematan anggaran PLN dampaknya cukup besar. Dengan tidak dinaikkannya TDL bagi pelanggan R1, saya menilai pemerintah telah membuang kesempatan untuk melakukan reformasi subsidi listrik. Hal ini akan berdampak pada munculnya bom waktu berupa lonjakan subsidi listrik di masa yang akan datang. Dari segi finansial, kenaikan tarif listrik yang rencananya akan dilakukan bulan Juli 2010 itu tidak akan banyak membantu PLN, apalagi mendapatkan laba.

Sebab, tarif tersebut masih jauh di bawah biaya produksi. Sejauh ini menurut pengamatan Cililin, 40% pendapatan PLN masih bergantung pada subsidi pemerintah. Kenaikan ini hanya membantu beban subsidi listrik pada APBN sedikit berkurang. Untuk menghindari biaya produksi listrik yang semakin membengkak, solusinya adalah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak untuk pembangkit serta melakukan diversifikasi energi. Salah satu caranya ialah dengan menggunakan pasokan gas atau mengoptimalkan batu bara. Pemerintah juga perlu mengembangkan sumber-sumber energi alternatif.

0 komentar:

By: Mbahgendeng