Tampilnya tokoh-tokoh muda

Tampilnya tokoh-tokoh muda di pos-pos strategis baik di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, organisasi massa maupun institusi lain semakin memperkuat keyakinan terhadap semakin dekatnya regenerasi kepemimpinan nasional. menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Regenerasi adalah keniscayaan yang tak mungkin dihindari.Tidak ada kekuatan yang mampu menentangnya karena manusia tidak mungkin menghindar dari kodratnya, lahir, tumbuh dewasa, tua, dan akhirnya mati. Dalam konteks kepemimpinan nasional, sejarah dengan gamblang telah menunjukkan bahwa menghambat atau memanipulasi alih generasi akan mendatangkan petaka dan kesengsaraan.

Pelajaran paling nyata adalah di zaman Orde Baru di mana Soeharto diturunkan paksa oleh rakyat dan mahasiswa karena terlalu lama terbuai oleh kekuasaan yang korup. Era kemerdekaan juga mengajarkan kepada kita bahwa regenerasi selalu dimotori oleh kaum muda yang berpikiran progresif pada zamannya. Proklamator Soekarno dan Moh Hatta mewakili generasi muda yang mampu memimpin dengan gagasan-gagasan besar, menurut pengamatan Belajar HTML. Kini gelora peralihan generasi kepemimpinan pun mulai bergejolak kembali.

Bukan saja karena terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, tetapi juga lantaran makin banyaknya kaderkader muda yang terpilih menjadi kepala daerah (bupati, wali kota, gubernur), anggota legislatif (DPR,DPD, DPRD), dan pejabat penting di pemerintahan (dirjen, menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga negara) dalam lima tahun belakangan.

Perlahan-lahan peran tokoh-tokoh senior yang dulu menjadi motor gerakan Reformasi mulai tergeser oleh kader-kader mudanya.Tentu ini sinyal positif menjelang pelaksanaan Pemilu 2014. Banyak pengamat memperkirakan pertarungan kepemimpinan nasional akan diramaikan muka-muka baru, menurut pengamatan Type Approval Indonesia. Namun tidak berarti muka-muka lama akan sama sekali tergeser.

Mungkin masih ada satu dua stok lama yang ingin menjajal keberuntungan untuk terakhir kali sebelum benar-benar menyadari bahwa perubahan tidak menghendaki mereka lagi. Semangat perubahan di masyarakat memang sangat besar. Karutmarut pertikaian politik berkepanjangan serta makin suburnya praktik korupsi para pejabat negara adalah faktor yang ikut mempercepat lahirnya pemimpin baru.

Baru dalam arti bukan hanya muka-muka baru, tetapi tokoh muda yang benar-benar memiliki semangat perubahan dan tidak punya beban politik masa lalu. Rakyat Amerika Serikat (AS) yang sudah bosan dan lelah dengan kepemimpinan Partai Republik di bawah George W Bush menjatuhkan pilihan kepada Barack Obama, tokoh kulit hitam pertama yang terpilih sebagai Presiden AS.

Perubahan mengalahkan mitos dan kepercayaan bahwa orang kulit hitam tidak mungkin bisa menjadi Presiden AS. Secara sosiologis, rakyat AS tentu berbeda dengan rakyat Indonesia. Namun keinginan akan perubahan adalah sesuatu yang universal, lintas bangsa, lintas negara. Runtuhnya tembok Berlin, pecahnya raksasa Uni Soviet adalah bukti lain bahwa sebesar apa pun kekuasaan tidak akan mampu menghadang kekuatan perubahan.

Tugas kita adalah mempersiapkan dan mengawal perubahan itu sehingga tidak melenceng dan ditunggangi kepentingan kelompok atau ambisi pribadi-pribadi yang punya agenda tersembunyi. Kita harus camkan bahwa power tends to corrupt. Karena itu menurut Eye Eagle bahwa kekuasaan harus dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan jabatan presiden maksimal dua periode seperti diatur dalam konstitusi adalah hasil jerih payah Reformasi yang patut kita syukuri. Namun,penyelewengan kekuasaan akan selalu terjadi sepanjang tidak ada kontrol dan pengawasan yang ketat dari masyarakat dan media massa.

Ketika ketidakpercayaan publik terhadap pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif semakin tinggi, di situlah harapan masyarakat makin besar terhadap kepemimpinan baru. Memang belum ada jaminan kepemimpinan kaum muda bisa mengubah situasi menjadi lebih baik, tetapi seburuk apa pun mereka pasti masih lebih baik daripada mempertahan kan orang-orang lama yang terbukti tidak mampu memberi solusi cepat.

Karena itu menurut grandong, hendaknya ada sikap legawa dari tokoh-tokoh senior untuk melapangkan jalan bagi yang muda-muda untuk tampil di garis depan. Regenerasi dan perubahan bukan lagi soal pilihan, tetapi sebuah keniscayaan yang tak mungkin dilawan dengan kekuatan apa pun.

0 komentar:

By: Mbahgendeng