Kerusakan Gedung Baru Pirngadi Kian Parah

Kerusakan Gedung Baru Pirngadi Kian ParahSekedar mengingatkan saja bahwa pada postingan sebelumnya di blog Cililin membahas tentang Perayaan Gila Lorenzo di Kolam Jerez, dan kali ini Cililin akan membahas tentang Kerusakan Gedung Baru Pirngadi Kian Parah. Menurut Kerusakan gedung baru kelas III Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan yang selesai dibangun tiga bulan lalu semakin parah. Kebocoran air tak hanya merusak plafon luar, juga sudah merambat ke dalam gedung.

Namun, pihak kontraktor PT Putri Mahakam yang masih bertanggung jawab terhadap pemeliharaan pembangunan gedung yang dibangun dengan dana Rp14,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan itu tak kunjung memperbaiki kerusakan yang diketahui masyarakat sejak dua hari lalu. Jika kemarin hanya plafon atap di lantai dasar dekat Ruang Layanan Poliklinik Psikiatri yang rusak, kini lokasi kerusakan bertambah. Asbes pada sejumlah bagian gedung, terutama di depan Poliklinik bedah onkologi, jebol. Untuk mengantisipasi rembesan air, manajemen rumah sakit Pemko Medan menambah jumlah ember untuk menampung tetesan air dari pipa.

Sementara itu, di lantai 3, kamar mandinya masih berfungsi,sedangkan wastafelnya sudah rusak dan bocor. Lantai kamar mandi di ruangan bangsal pasien di lantai 2 terlihat digenangi air dari wastafel yang bocor dan menyemburkan air. Kepala Subbagian (Kasubbag) Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Edison Parangin-angin yang dikonfirmasi menyatakan bahwa masalah ini telah diberitahukan kepada PT Putri Mahakam. Mereka diminta bertanggung jawab guna memperbaiki pipa bocor. Kami saja pusing dibuat PT Putri Mahakam, mengulah terus. Padahal, semalam sudah terlihat ada pekerja yang seperti akan memperbaiki pipa bocor itu. Namun, sekarang belum selesai juga, tuturnya.

Dia menambahkan bahwa gedung tersebut masih tahap pemeliharaanselamaenambulan. Jadi, ini masih tanggung jawab dari kontraktor tersebut, batas akhirnya sampai bulan tujuh tahun ini. Jika kebocoran terjadi setelah batas pemeliharaan, ini menjadi tanggung jawab rumah sakit, ungkapnya. Edison menuturkan, mereka akan melayangkan pemberitahuan kedua. Jikatidakdiperbaikijuga, mereka akan memberlakukan sanksi berupa pemotongan jaminan pekerjaan sebesar Rp1 miliar milik PT PutriMahakamyangmasihberadapada direksi RSU Pirngadi Medan selaku kuasa pengguna anggaran (KPA). Dia menuturkan, kontraktor harus segera melakukan perbaikan karena genangan airakanmembuat pasien dan pengunjung kurang nyaman.

Senin (10/5), anggota DPRD Kota Medan akan reses kemari, mau meninjau gedung kelas III ini. Nanti, kita lihat saja bagaimana respons mereka, ungkapnya. Sementara itu, pemindahan pasien miskin pengguna jaminan kesehatan terus dilakukan dari ruang kelas III ke gedung baru. Namun, hal ini tidak berlaku bagi pasien di Ruang XVIII, yang merupakan penderita TB paru. Pasalnya, penyakit ini menular sehingga manajemen rumah sakit memutuskan pemindahan pasien di ruang ini dilakukan paling akhir dan ditempatkan di ruangan khusus. Wakil Direktur Pelayanan Medik RSU dr Pirngadi Amran Lubis menyatakan, kebijakan ini dilakukan sesuai rekomendasi Tim Doors dari Jakarta, pascakebijakan dari Kementerian Kesehatan Nasional bahwa pasien TB paru harus ditempatkan di blok tertentu. Maka itu, kami segera menyiapkan ruang khusus untuk ini, yakni di Ruang XIV yang tadi (kemarin) sudah kosong seusai dipindahkan ke gedung baru lantai 2. Kami akan memanfaatkan ruang paviliun belakang untuk semua pasien ini, ujarnya. Sebelum saya mengakhiri postingan ini, saya mau memberikan sundulan untuk artkel yang berjudul Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, terima kasih.

0 komentar:

By: Mbahgendeng