Hat-trick Boaz, Lenyapkan Ambisi PSM

Hat-trick Boaz, Lenyapkan Ambisi PSMSekedar mengingatkan saja bahwa pada postingan sebelumnya di blog Cililin membahas tentang Nelsen Pentingkan Anak dari pada Piala Dunia, dan kali ini saya akan membahs tentang Hat-trick Boaz, Lenyapkan Ambisi PSM. Menurut informasi bahwa Striker andalan Persipura, Boaz Solossa, mengagalkan misi curi poin PSM kemarin. Pemain berusia 24 tahun itu membobol jala PSM tiga kali sehingga skuad Juku Eja kalah 1-3 kemarin.

Bermain di Stadion Mandala, Jayapura, Boaz jadi mimpi buruk bagi PSM. Striker anggota timnas Indonesia ini mencetak hat-trick di gawang Samsidar masingmasing pada menit ke-37, 39, dan 86. Kesuksesan adik kandung Ortizan Salossa ini tak lepas dari kelemahan pemain belakang PSM. Handi Hamzah dkk terlihat kurang tenang dalam mengantisipasi pergerakan penyerang Persipura ini. Kondisi ini yang akhirnya bisa dimanfaatkan tuan rumah, menurut pengamatan Dunia dalam Berita. Dua gol dari Boaz tercipta pada babak pertama juga membuat motivasi pemain PSM langsung menurun drastis. Sebab, PSM sebenarnya sempat berada di atas angin setelah striker asal Paraguay, Osvaldo Moreno, membobol gawang Persipura pada menit ke- 29.

Dengan kekalahan dari tuan rumah Persipura, peluang PSM melaju dari babak 16 besar Piala Indonesia 2010 sedikit terkendala. Harapan lolos dari Grup M tergantung dua laga sisa, menurut pengamatan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, masing-masing menghadapi Persikabo Bogor dan Persib Kediri. Jika mampu meraih poin penuh pada dua laga sisa, peluang untuk kembali menjadi runner upgrup ini terbuka lebar. Namun, hal itu tentu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan. Sebab, kedua calon lawan PSM tersebut juga dipastikan akan tampil habis-habisan. Direktur Teknik PSM Abdi Tunggal menjelaskan, kegagalan memetik poin tak lepas dari tidak disiplinnya para pemain. Upaya menurunkan lima gelandang demi memutus aliran bola Persipura ke para bomber mereka ternyata tidak berjalan efektif.

Kami sengaja menyiapkan strategi lebih bertahan ketika menghadapi Persipura. Namun, hal itu tidak berjalan sesuai harapan. Anak-anak terlihat kurang disiplin dalam menjaga lawan, cetus Abdi seusai laga. Abdi juga menambahkan, meskipun penampilan para pemain tidak maksimal, itu bukan satu-satunya alasan. Hal lain yang membuat PSM gagal memetik poin, tak dipungkiri penampilan Boaz yang sangat baik. Menurutnya, pergerakan pemain bernomor punggung 86 ini sangat sulit diantisipasi. Penampilan ini pun yang membuat strategi defensif yang diterapkan sejak menit awal gagal berjalan sesuai harapan. Bahkan, mantan striker andalan PSM era 70’an itu menganggap Boaz layak menjadi man of the match dalam laga tersebut. Kualitas individu yang dimiliki menjadi kunci kemenangan tuan rumah yang berjuluk Mutiara Hitam.

Selain pemain yang tidak disipilin, kekalahan ini juga akibat pernampilan Boaz yang memang sangat maksimal. Mudah-mudahan kami bisa meraih poin penuh pada dua laga tersisa, tandas Abdi. Pada pertandingan kedua Grup M yang berlangsung di arena yang sama, Persik juga sukses meraih poin maksimal. Klub berjuluk Macan Putih sukses mengalahkan Persikabo dengan skor tipis 2-1. Striker Saktiawan Sinaga menjadi pembuka kemenangan Persik, saat mantan pemain PSMS Medan itu membobol jala Persikabo pada menit ke-55.

Menurut pengamatan Dunia dalam Berita bahwa empat menit selepas kebobolan, Persikabo menyamakan kedudukan lewat gol Jibby Wuwungan. Beruntung Persik punya pemain depan asal China, Han Jiho. Pemain baru Persik ini memberi kemenangan klubnya lima menit sebelum laga usai.

0 komentar:

By: Mbahgendeng