Haji Khusus Diminta Ditambah

Haji Khusus Diminta DitambahPerlukah Gedung Baru DPR Dibangun ? Ya, artikel tersebut merupakan postingan sebelumnya di blog Mbahgendeng. Dan kali ini simbah akan membahas tentang Haji Khusus Diminta Ditambah. Menurut informasi bahwa Kementerian Agama (Kemenag) diminta memperjuangkan penambahan kuota bagi jamaah haji khusus. Jumlah ini diusulkan naik menjadi 30.000 dari sebelumnya 17.000 orang.

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Artha Hanif menyatakan, penambahan ini diperlukan mengingat banyaknya daftar tunggu jamaah haji khusus. Artha mengungkapkan, pendaftar jamaah haji khusus hingga kini telah mencapai lebih dari 70.000, menurut pemantauan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Mereka sudah mendaftar dalam dua tahun terakhir, tetapi belum ada kejelasan kapan akan diberangkatkan.

Mereka biasanya baru mendapatkan kepastian jelang pemberangkatan, tegas Artha di Jakarta kemarin. Padahal, ujarnya, kepastian pemberangkatan idealnya diberikan bersamaan saat pendaftaran dilakukan sehingga jamaah dan perusahaan penyelenggara ibadah haji bisa melakukan persiapan. Apalagi, sejumlah maskapai dan hotel selalu mendesak perusahaan penyelenggara ibadah haji terkait kepastian jumlah calon jamaah haji khusus. Banyak hotel dan maskapai sudah menanyakan ke kita mengenai uang muka untuk jamaah haji khusus.

Tapi, kita belum bisa berikan karena belum ada kejelasan berapa dan siapa saja yang diberangkatkan tahun ini, tandasnya. Menumpuknya antrean dan ketidakjelasan jadwal pemberangkatan jamaah haji khusus ini, menurut Artha, salah satunya akibat kurangnya kuota yang diberikan pemerintah. Waiting list yang mencapai 70.000 orang tidak sebanding dengan kuota yang tersedia hanya 17.000.Karena itu,Artha menyatakan, penambahan kuota sangat mendesak dan diperlukan.

Porsi jamaah haji khusus tahun ini sudah mencapai 70.000 lebih. Jadi, tidak masalah bila kuota tahun ini ditambah menjadi 30.000, tandasnya. Ketua Dewan Penasihat AMPHURI Mahfudz Djaelani mengatakan, selain terkait penumpukan calon jamaah,penambahan ini juga perlu dilakukan untuk memastikan kelanjutan bisnis perusahaan penyelenggara ibadah haji. Kuota saat ini tidak bisa menutupi biaya operasional penyelenggara selama setahun.

Saat ini terdapat 407 perusahaan PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) yang bernaung di bawah AMPHURI. Kalau kuota 17.000 orang dibagi perusahaan itu, satu perusahaan paling hanya bisa memberangkatkan 50 jamaah saja, ujarnya. Perhitungan itu, ujar Mahfudz, tidak akan bisa menutup biaya operasional perusahaan selama satu tahun. Jika kuota sebesar ini masih tetap dipertahankan, Mahfudz khawatir ada banyak perusahaan PIHK yang tidak bisa beroperasi lagi.

Hal ini bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong peran masyarakat dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, menurut Mahfudz, penambahan kuota haji khusus penting dilakukan sebab langkah ini bisa menyelamatkan perusahaan PIHK. Untuk bisa menutup biaya operasional, masing-masing perusahaan PIHK paling tidak harus mengirimkan 150-200 jamaah haji khusus. Anggota Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) DPR Iskan Qolba Lubis mendukung permintaan AMPHURI.

Menurut dia, pemerintah memang sudah saatnya menambah kuota haji khusus. Namun, penambahan tersebut tetap harus proporsional dengan mempertimbangkan peningkatan jumlah kuota haji reguler. Bisa saja menambah kuota, tapi harus tetap proporsional dan sesuai haji reguler, tegasnya. Menurut dia, penambahan kuota jamaah haji khusus secara proporsional untuk memberikan peluang yang sama bagi lebih banyak masyarakat untuk mengakses layanan haji reguler dan khusus.

Karena itu menurut Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, penambahan kuota haji khusus sebaiknya satu hingga dua ribu saja. Kan di berbagai negara kuota haji khusus paling hanya 10% dari total jamaah haji, kata Iskan. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menilai, jumlah perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus di Indonesia terlalu banyak. Hal itu berpengaruh pada meningkatnya persaingan dan menyebabkan terbatasnya jumlah jamaah haji khusus yang diberangkatkan masing-masing perusahaan. Karena itu, mungkin sebaiknya ada pengurangan, tandasnya.

0 komentar:

By: Mbahgendeng