Bangkok Hari Ini Normal

Bangkok Hari Ini NormalRibuan sukarelawan membersihkan sampah di sebuah jalan yang pernah diduduki demonstran Kaus Merah di Bangkok, kemarin. Pemerintah Thailand menyelenggarakan operasi pembersihan di distrik perdagangan ibu kota untuk menormalkan situasi, menurut informasi yang diterima Berita Utama.

Ribuan warga Thailand, kemarin melakukan gotong royong membersihkan distrik perdagangan Bangkok, bekas basis pertahanan demonstran Kaus Merah. Hari ini menurut Belajar HTML, aktivitas bisnis di ibu kota kembali berjalan, setelah dua bulan mengalami kerusuhan terburuk dalam sejarah modern.

Pasar saham dan pasar keuangan lainnya akan kembali beroperasi penuh hari ini, setelah ditutup pada Kamis (20/5) dan Jumat (21/5) karena terjadi kerusuhan jalanan dan aksi pembakaran gedung. Saat kerusuhan akibat tindakan keras militer mengusir demonstran Kaus Merah sejak 14 Mei, sebanyak 40 gedung di Bangkok dibakar dan sektor pariwisata serta perdagangan lumpuh.Sebanyak 54 orang tewas dan lebih dari 400 orang terluka dalam kurun waktu itu.

Seiring kembalinya pengunjuk rasa Kaus Merah kantor-kantor dan sekolah-sekolah juga dibuka hari ini. Namun, jam malam masih diperpanjang di Kota Bangkok dan 23 provinsi hingga Selasa (25/5). Perdana Menteri (PM) Thailand, Abhisit Vejajiva menyatakan situasi Bangkok sudah kembali tenang dan kembali normal. Abhisit membela diri bahwa tindakan pemerintah telah sesuai hukum.

Korban jiwa dan luka-luka terjadi akibat bentrok antara kelompok orang yang menghalangi upaya pemerintah membangun pos pemeriksaan demi mengamankan wilayah itu. Seluruh senjata yang digunakan berdasarkan standar internasional. Persenjataan itu untuk membela diri dan menciptakan perdamaian serta menegakkan hukum, ujar Abhisit. Hingga kemarin ribuan orang, termasuk petugas kebersihan, terlihat di jalanan Bangkok.

Mereka membersihkan puing dan sampah sisa bentrokan sepanjang pekan, menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Beberapa truk dan mesin pengeruk sampah melaju di jalanan Bangkok. Petugas yang sebagian besar perempuan, menutup muka dengan kain untuk mencegah masuknya debu ke pernapasan. Karyawan toko mulai membenahi tempat kerjanya. Mereka mengumpulkan sampah dan bendabenda yang rusak akibat kerusuhan, kemudian dimasukkan ke truktruk sampah yang terparkir di sisi jalan. Beberapa wisatawan terlihat sibuk mengabadikan aktivitas pascabentrokan.

Warga asing berbaur dengan penduduk Bangkok yang penasaran dengan situasi pusat kota pascabentrokan. Salah satunya adalah guru asal Belanda,Ian Oirbanf. Ian menetap di Thailand selama 20 tahun terakhir. Dia mengaku tercengang saat melihat situasi terbaru di Bangkok. Sampah berbagai rupa dan reruntuhan bangunan berserakan di mana-mana. Penduduk Bangkok tentu terkejut. Situasinya jauh berbeda dengan yang kita saksikan lewat televisi, bebernya.

Kawasan pusat perbelanjaan yang sempat diduduki demonstran pendukung mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra, selama enam pekan terakhir, sudah terlihat bersih. Kini,Thailand pun siap membenahi dunia bisnis. Bentrokan yang terjadi di Bangkok dan sekitarnya, sepanjang pekan lalu, sangat mencekam.Kelompok Kaus Merah pendukung Thaksin dan militer saling serang. Unjuk rasa yang diwarnai kekerasan selama berbulan-bulan itu secara keseluruhan menewaskan 86 orang, sedangkan 1.900 lainnya terluka.

Bentrokan juga menyebabkan 36 gedung penting rusak parah. Belum bisa dipastikan jumlah kerugian yang mesti ditanggung pemerintahThailand.Banyak yang menduga militer telah mempergunakan kewenangan secara ceroboh. Namun, seperti biasa, Abhisit membela militer. Semua kerugian disebabkan sekelompok orang yang menyerang militer, paparnya seraya membela militer. Sabtu (22/5) lalu, pemerintah memperlihatkan beberapa senjata yang dibawa dari zona bentrokan.

Kala ditemukan, senjata ini tersembunyi di antara reruntuhan. Beberapa pengamat menilai pengumuman ini sebagai upaya untuk menyudutkan posisi aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kaus Merah. Sepanjang bentrokanmenurut pengamatan Nggo kontes, aktivis HAM terus memprotes tindakan militer Thailand yang dianggap sangat brutal. Kelompok HAM menganggap peperangan itu tidak seimbang. Militer dipersenjatai, sedangkan Kaus Merah berjuang dengan tangan kosong.

0 komentar:

By: Mbahgendeng