9 SMK Teken MoU dengan JBS

9 SMK Teken MoU dengan JBSSekedar mengingatkan saja bahwa pada postingan sebelumnya di blog Cililin membahas tentang 21 Kader Golkar Sibolga Diberhentikan, dan kali ini Cililin akan membahas tentang 9 SMK Teken MoU dengan JBS. Menurut informasi bahwa Sebanyak sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sumatera Utara (Sumut) memastikan kerja sama dengan lembaga pendidikan Jamiyah Bussiness School (JBS) Singapura.

Kerja sama ini telah dituangkan kedua pihak dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk pertukaran budaya, kurikulum, dan guru di Medan kemarin. Kesembilan SMK yang menandatangani MoU tersebut, yakni SMK Swasta Namira Tech Nusantara Medan, SMK Swasta Tunas Pelita Binjai, SMK Negeri 1 Padangsidimpuan, SMK Negeri 2 Tebingtinggi, SMK Budi Satria Simalungun, SMK Amir Hamzah Batubara, SMK Negeri 1 Siatas Barita Tapanuli Utara (Taput), SMK Negeri 2 Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dan SMK Al Wasliyah 7 Serbelawan.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Edward Sinaga dengan Executive Director of JBS Singapore Isa Hassan, yang disaksikan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Ilyas S Sitorus, Kasi Pendidikan Menengah dan Kejuruan (PMK) Erni Mulatsih, dan sembilan kepala sekolah SMK di Hotel Grand Aston City Hall, Jalan Balai Kota, Medan.

Edward Sinaga yang membacakan sambutan Gubsu menyatakan, pembangunan pendidikan berbasis kompetensi sangat diperlukan untuk merespons kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak ke arah yang lebih kompleks. Era globalisasi yang diikuti perjanjian perdagangan bebas antarnegara akan memberikan konsekuensi logis terhadap pergerakan persaingan dari tingkat nasional hingga internasional, paparnya.

Beberapa program industri pengajaran untuk SMK, seperti pendidikan kewirausahaan masyarakat dan pendidikan kecakapan hidup pada jalur pendidikan nonformal, terbukti menghasilkan lulusan lebih kompetitif di dunia kerja dan menghasilkan karya inovasi potensial. Hal ini pantas untuk ditindaklanjuti secara komersial menjadi sebuah embrio bisnis berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Executive Director of JBS Singapore Isa Hassan memaparkan, sistem pendidikan di Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Karena itu, Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Di Singapura, setiap mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa diasuh tiga orang guru yang masingmasing terdiri atas satu orang guru kepala dan dua orang asistennya.

Dengan sistem ini, penyampaian ilmu dari guru kepada siswa akan lebih mudah, ungkapnya. Dia menambahkan, evaluasi yang dilakukan terhadap siswa di Singapura juga dilakukan terusmenerus, bahkan dilakukan sejak siswa duduk di kelas III sekolah dasar. Seorang anak di Singapura menjalani pendidikan dasar selama enam tahun, yang terdiri atas empat tahun tahap dasar pertama, yakni sekolah dasar kelas I hingga IV dan tahap orientasi tahun kedua, yakni sekolah dasar kelas V hingga VI, ungkapnya.

Ketua Tim Pengembang Kurikulum SMK di Sumut Rivolan Priyanti menuturkan, upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang andal telah dilakukan melalui beberapa program pendidikan, baik formal maupun informal, dengan mutu yang terus ditingkatkan. Indikator utama mutu SDM Indonesia dicerminkan indeks pembangunan manusia (IPM), tingkat produktivitas, daya saing SDM,dan daya tarik investasi suatu negara.

Rivolan menambahkan, di Singapura, kurikulum yang wajib tak sebanyak yang ada di Indonesia. Hanya ada sembilan mata pelajaran yang terdiri atas tiga mata pelajaran inti, yakni english,mathematic, dan sport. Sementara itu,enam mata pelajaran lagi merupakan mata pelajaran pilihan,yaitu economic drama, communicative arts approach, east zone excellent, lead it school, multidisciplinary project work, dan community problem solving (action plan) fieldstrip learning journey, paparnya.

Dalam kesempatan itu menurut informasi yang diterima Cililin, selain dilaksanakan penandatanganan MoU, juga digelar seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Sister School and Twinning Program dengan narasumber Executive Director of JBS Singapore Isa Hassan, Manager of JBS Singapore Amal Kiran, dan SQC-PEO of JBS Singapore Mohammed Yunos Bin Mohammed Shariff.

0 komentar:

By: Mbahgendeng