Cerita Lurah yang Memiliki Rekening Rp9 M

Cerita Lurah yang Memiliki Rekening Rp9 MPiala Dunia 2010 Afrika Selatan merupakan postingan sebelumnya pada blog Mbahgendeng. Dan kali ini simbah akan membahas tentang Cerita Lurah yang Memiliki Rekening Rp9 M. Menurut informasi yang simbah dapatkan melalui cermin ajaib simbah bahwa ada-ada saja cerita dari Makassar ini. Seorang lurah, Ardiansyah Rahmat diketahui memiliki rekening senilai Rp9 miliar. Diduga, uang itu adalah titipan hasil korupsi.

Menurut informasi yang di terima Mbah Gendeng bahwa Kejaksaan Negeri Makassar pun kemarin menyita uang senilai Rp9 miliar di rekening milik lurah itu. Ardiansyah Rahmat menjabat Lurah Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Uang dalam rekening Ardiansyah itu diketahui setelah Kejati Makassar melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembebasan lahan Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Proses penyitaan dilakukan tim penyidik Kejari Makassar yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar Amir Syarifuddin di Bank Mandiri Cabang Makassar. Uang sebanyak Rp9 miliar lebih tersebut langsung diangkut dengan menggunakan mobil Honda CRV DD 1376 IL warna putih dan dikawal mobil JIP Toyota dan Daihatsu Terios menuju Kejari Makassar.

Telah resmi dana pembebasan lahan Kampus PIP Makassar senilai Rp9 miliar lebih kami sita,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) MakassarYusuf Handoko. Hasul Penyelidikan Mbah Gendeng bahwa menurut Yusuf, uang tersebut akan diserahkan ke Bank Indonesia (BI) Makassar untuk diamankan. Tetapi karena penyitaan baru selesai sore hari,akhirnya uang ini sementara dititipkan di kejari.

Besok (hari ini) baru kami serahkan ke BI untuk diamankan, tegasnya. Dia mengungkapkan, dana sebanyak Rp9 miliar tersebut merupakan dana pembebasan lahan Kampus PIP Makassar yang seharusnya dikembalikan ke kas negara karena proyeknya sudah berakhir Desember 2009. Tidak seharusnya dana sebanyak itu disimpan di rekening lurah, katanya.

Kasub Seksi Penuntutan Kejari Makassar Ahmad Jaya mengatakan, dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan PIP Makassar ini mulai disidik sejak 14 April 2010. Ardiansyah masih sebagai saksi. Dia sangat kooperatif, ungkap Ahmad. Sementara itu, Ardiansyah mengakui total dana pembebasan lahan Kampus PIP dalam rekeningnya sebelumnya sebanyak Rp14, 5 miliar. Sekitar Rp4 miliar lebih sudah dibayarkan kepada warga.

Sisanya sekitar Rp9 miliar ada dalam rekening pribadi saya sejak Desember 2009 dan disimpan atas inisiatif Panitia 9, menurut hasil penyelidikan NegeriAds.com Solusi Berpromosi Paling Mantap. Menurutnya, pihak yang berinisiatif menyimpan dana tersebut ke dalam rekening pribadinya adalah panitia pembebasan lahan yang tergabung dalam Panitia 9 antara lain sekretaris panitia yang juga sebagai Asisten I Pemerintah Kota Makassar Ruslan Abu serta Kepala Badan Pertanahan Kota Makassar Natsir Hamzah.

Rekening saya hanya dipakai. Yang tahu adalah Panitia 9, ungkapnya. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengakui, penyimpangan dana pembayaran lahan di rekening Bank Mandiri milik Ardiansyah merupakan inisiatif Direktur PIP Makassar tanpa sepengetahuannya. Mengenai dana itu murni inisiatif direktur tanpa menyampaikan terlebih dahulu ke pemkot atau Panitia 9.

Tapi, langkah itu dilakukan karena ada kondisi situasional serta menganggap Ardiansyah sebagai tokoh masyarakat di tempat itu, papar Ilham. Alasan lain yang di terima Mbah Gendeng yaitu dana tersebut tidak dapat dititipkan pada panitia pengadaan tanah, tim koordinasi, direktur PIP, ataupun di pengadilan sebagai bentuk konsinyasi. Dalam kesempatan itu, Direktur PIP Agus B Hartono juga mengakui inisiatifnya menyimpan dana ke rekening Ardiansyah.

0 komentar:

By: Mbahgendeng