Kapal Terjebak di Laut Baltik

Kapal Terjebak di Laut BaltikMenurut informasi yang mbah gendeng dapatkan bahwa Kapal Kargo Regal Star di pandu kapal pemecah es berusaha keluar dari jebakan Batman es di perairan laut baltik kemarin. Menurut informasi ada sekitar 50 kapal dagang dan feri yang membawa ribuan penumpang terjebak es di perairan laut baltik. mereka masih menunggu datangnya kapal pemecah es agar bisa keluar dari hawa dingin di Laut Baltik. Puluhan kapal tersebut terperangkap es sejak pukul 19.00 pada hari kamis kemarin tepatnya tanggal 04 maret 2010 malam waktu setempat.

Hampir semua kapal terjebak di perairan Stockholm dan kepulauan Aland serta teluk Bothnia. Termasuk dalam 50 kapal tersebut adalah emapt feri bersama pemiliknya Viking Line. Ada juga dua feri lainnya berbendera Isabella yang membawa 1.322 penumpang serta Amorella yang diperkirakan mengangkut 1.313 orang. Amorella dan Regal Star merupakan kapal pertama yang melaporkan diri terperangkap dalam es.

Pejabat maritim Swedia dan Finlandia langsung mengirimkan kapal pemecah es untuk menuji perairan tersebut. Namun kencangnya angin membuat mereka kesulitan dan membutuhkan kerja keras, kerja keras adalah energi kita karena es yang sudah pecah langsung membeku kembali setelah angin berkecepatan 75 km/jam menerpa wilayah tersebut.

Buruknya cuaca juga membuat pertolongan sulit dilakukan, setidaknya ada enam kapal feri berpenumpang dan berukuran cukup besar yang terperangkap. Menurut informasi yang mbah gendeng dapatkan, mereka membawa ribuan penumpang, kata Johny Lindvall yang bertugas dalam satuan kapal penghancur es Badan Maritim Swedia. Kapal-kapal yang terjebak tersebut saling bertabrakan satu sama lain saat mencoba keluar dari es dan berputar-putar mencari jalan.

Diantara kapal yang bertabrakan adalah Amorella dan Finnfellow. Beberapa saat sebelum tabrakan, petugas kapal meminta seluruh penumpang untuk pindah kebagian depan atau buritan, guna menghindari kecelakaan yang dikhawatirkan memakan korban jiwa. Salah seorang penumpang kapal Amorella yakni Mats Nystrom menceritakan bagaimana insiden tabrakan kapal itu terjadi.

Cuaca semula baik-baik saja, namun pengeras suara tiba-tiba meminta semua penumpang untuk segera pindah kebagian depan kapal. Kami tentu saja cemas dan ingin tahu apa yang terjadi, ujarnya. Kendati ada kecelakaan, petugas badan Maritim Swedia memastikan tidak ada korban terluka atau tewas dalam insiden tersebut.

Swedia yang berada di daratan Skandinavia menghadapi kondisi cuaca tidak menentu, sejak bulan desember yang lalu. Hampir diseluruh negeri tersebut temperaturnya berada di bawah nol derajat, dingin sekali bukan. Dinginnya cuaca tersebut juga menular ke perairan Laut Baltik yang membuatnya membeku. Pembekuan es tahun ini bahkan diyakini akan terburuk dalam kurun waktu 15 tahun terakhir menurut pengamatan mbah gendeng melalui berbagai informasi yang ia dapatkan.

0 komentar:

By: Mbahgendeng