Kesuksesan Milik Bersama

Waduh... Lama sekali mbah gendeng gak nyentuh blog ini, karena mbah gendeng kemarin lagi sibuk dengan pekerjaan mbah gendeng. Meneurut mbah gendeng kekayaan dan kemakmuran adalah suatu hal yang didambakan hampir oleh semua orang.Kenyamanan dan keamanan dalam bidang finansial sering dijadikan tolok ukur untuk keberhasilan.

Psikologi tentang kenyamanan dalam hal finansial kita pahami, bahwa sebenarnya kemakmuran yang dirasakan bukanlah seberapa besar uang yang didapatkan atau dipegang, akan tetapi bagaimana kebahagiaan sejati bisa benarbenar dinikmati dari uang tersebut. Pada zaman modern, uang merupakan faktor dominan dalam penyelenggaraan hidup. Uang adalah keberhasilan, uang adalah jaminan kesuksesan. Prinsip kapitalisme modern mendidik kita untuk mencari kesempurnaan duniawi dalam kekayaan dan kemakmuran.

Adam Smith mengatakan bahwa hasil terbaik berasal dari setiap orang di dalam kelompok yang melakukan hal yang terbaik bagi dirinya sendiri, atau lebih dikenal dengan prinsip individualistis. Smith mengatakan bahwa individualistis akan mendapatkan hasil maksimal ketika seseorang berjuang maksimal dalam memperoleh materi.Pendapat Smith sesungguhnya hendak menjelaskan bahwa terdapat dua kategori utama dalam keberhasilan finansial, yaitu materi dan kerja keras individu.

Tapi, John Nash peraih nobel tahun 1994 membuktikan bahwa hal tersebut tidaklah cukup, ada cara yang lebih baik, lebih tercerahkan daripada egoisme yang tidak terkendali. Nash membuktikan bahwa kerja sama dapat lebih memperkaya dibandingkan dengan kompetisi individualistis. Kerja sama ini diasumsikan bahwa kita tidak hanya bekerja untuk diri kita sendiri, tetapi untuk semua anggota dalam tim.Keberhasilan tidak hanya kita nikmati sendiri tetapi memberi manfaat dan kepuasan bagi semua.

Masalah yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana menghasilkan banyak uang dan menjadikannya alat untuk mencapai kemakmuran.Pemahaman ini berarti bebas dari rasa khawatir akan ketersediaan kebutuhan kehidupan dan menjadikan kemakmuran tersebut manfaat untuk manusia lain.Hal inilah yang menjadi fokus Allen dan Hansen, psikolog bisnis modern, yang banyak mengisi literatur manajemen modern. Allen dan Hansen dalam buku ini membagi dua bagian, yaitu bagian depan yang membahas tentang bagaimana kita bisa mendapatkan kebebasan finansial dan pada bagian akhir buku dicantumkan fiksi agar pembaca lebih memahami dan mendapat gambaran bagaimana aplikasi dari teori yang ada dalam kenyataan.

Buku ini mengajak kita untuk lebih aktif dengan mengesampingkan pikiranpikiran tajam egoisme, mencari zona nyaman, tetapi berani berpikir di luar kotak demi melangkah pada derajat yang jauh lebih tinggi tentang bagaimana kita bisa membuat uang bekerja pada kita bukan sebaliknya apa yang selama ini dijalani, yaitu kita bekerja pada uang. Pada bagian teori terbagi lagi menjadi tiga bagian pokok yang menjadi kunci utama. Pertama, bahan utama dibahas mengenai bagaimana kita mengenali sisi positif dan membungkam pikiran negatif. Suara batin tajam ada dalam setiap orang dengan tingkatan yang beragam.

Pada dasarnya suara batin ini mengunci kita berbuat negatif, sementara dipertentangkan pada sisi diri kita yang lebih positif. Dalam bagian ini juga dijelaskan bagaimana menjadikan masa lalu dan masa kini sebagai bayang-bayang yang akan membimbing kita untuk lebih maju. Allen dan Hansen mengatakan ”Ubahlah masa lalu Anda dan mimpikan masa depan Anda batu loncatan untuk keberhasilan ubahlah masa lalu Anda baliklah perasaan ah menjadi wah, menatap masa depan anda melalui tiga jalan untuk mewujudkan mimpi Anda, buatlah menjadi nyata, perbesarlah, biasakanlah berpikir berhasil”.

Kedua, membahas tentang bagaimana mengikuti kata hati yang akan membimbing kita utama kedua batin,yaitu bagaimana memaksimalkan bagian positif dari pikiran kita dengan mengikuti apa yang dikatakan oleh kata hati. Bagian terpenting di sini adalah kita menjadikan uang dan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan, dan bagaimana menjadikan keberhasilan yang kita rasakan bisa kita nikmati bersama orang lain.

Ketiga, diberi nama kekayaan kilat karena dalam bagian ini diajarkan mengubah masalah kita menjadi keuntungan dengan mencari potensi terbaik kita dalam mencari keamanan finansial dengan mengarahkan kemampuan kita berharga dan bernilai berlipat dari standar normal. Bagian terakhir ini termasuk yang paling menarik karena dilengkapi dengan contoh bagaimana mendapatkan kekayaan dengan kemampuan intelektual kita.

Seperti kisah fiksi tokoh Michele yang mampu melewati masa sulit hingga mencapai kebebasan finansial bersama kelima rekan satu timnya,bagaimana Michele yang telah terbebas dari masalah finansial yang ia hadapi, yaitu mendapatkan hak asuh atas anak-anaknya, membimbing kelima rekannya menyelami pengalaman spiritual demi pencapaian kebebasan finansial dan memahami sebenar hidup selayak dirinya.Kisah ini adalah narasi dari langkah-langkah pada bagian depan atau bisa dikatakan metaphorteori yang telah disajikan pada bagian sebelumnya menjadi cerita yang mudah dipahami.

Kelebihanbukuiniadalahmembimbing secara rinci bagaimana membawa pembaca menuju langkah-langkah yang telah disusun oleh pengarang. Buku ini dilengkapi dengan contoh-contoh dari pengarang yang lain sehingga kisah pada akhir buku juga menjadi suatu pelengkap pemahaman pembaca. Kelemahan buku ini terletak pada cara penyampaian yang monoton dan membosankan bagi pembaca.

Tapi terlepas kelebihan dan kekurangan pada buku ini, seyogyanya substansi dan tujuan buku ini mampu menggerakkan kita untuk lebih memahami bahwa kebebasan dan kenyamanan finansial bukan sebatas seberapa besar kita bisa merasakannya, tetapi sampai seberapa besar kita bisa membagi dengan sesama.

0 komentar:

By: Mbahgendeng